Loading...

Rabu, 24 Juni 2009

Kerja-Kerja

kerja-kerja, kesibukan kerja emang menyita waktu...hehehe upload apa ini gak jelas.Afwan

Sabtu, 20 Juni 2009

Papua barat yg indah

Subhanallah.Bumi Allah memang indah.Deretan pegunungan yg dikelilingi pantai,angin kesejukan yg semilir meniup telinga.Di sini,kakiku berpijak.Di kota yg terkenal dg kota injil ini,masih bs kujumpai saudara2 muslim.Bhkan pertmbuhan islam,insyaAllah akan pesat.Di kampung makassar manokwari sangat kental dng khdupan islam.Saudara2 dr jawa n makasar kebnyakan.InsyaAllah mjd sbuah ctatan trsndiri.

Sabtu, 06 Juni 2009

Papua Barat

Entah bersyukur atau kah sedih, sebentar lagi kehidupan yang dulunya aku anggap membosankan, di sini, di P Jawa, akan aku tinggalkan dan terbang menuju dunia lain Papua Barat. Semoga ilmuku bermanfaat dan berguna bagi agama nusa dan bangsa. Papua Barat I'm coming soon, melihat bumiNya yang laen

KHilaf

Allah , ampuni diri ini . Aku menulis tapi aku tidak dapat melakukannya. Godaan begitu besar menghadangku dari segala penjuru arah. Dari awal aku berusaha menghindar, berusaha lari, dan kini dia menerjang merobohkan pagar yang lemah ini. Aku sekarat...aku kalah...bingung ? perasaan yang seperti ini???? Ampuni hambaMu yang Dhaif ini. Aku seperti termakan tulisanku sendiri, jangan Kau benci aku ya Allah. Tolonhlah diri ini.

Sabtu, 23 Mei 2009

Cinta lagi

Cinta
Adalah kekuatan…
yang mampu mengubah duri menjadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah menjadi ramah
mengubah musibah menjadi muhibah
Cinta…
Sekalipun cinta tlah kuuraikan
dan kujelaskan panjang lebar
namun jika cinta kudatangi...
aku jadi malu pada keteranganku sendiri
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan,
namun tanpa lidah.... cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menggoreskannya,
kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta
Dalam menguraikan cinta
akal terbaring tak berdaya....
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
cinta sendiri lah yang menerangkan cinta dan percintaan

FOR PNS (Pegawai Negeri Sipil)

Sekelumit atau sedikit cerita dari sekian banyaknya mengenai dunia PNS atau dikenal sebagai Pegawai Negeri Sipil. Dengan ujian atau seleksi masuk yang ketat dan super ribet mulai dari berkas-berkas untuk mengikuti tes sampai masa penantian SK pengangkatannya. Jika orang lain yang melihatnya tentu saja pandangan mereka mungkin dengan entengnya mengatakan “enak ya sudah PNS, nanti kerjaannya enteng gaji tetap ada uang pension bla blab la bli bli…”. Tanpa mengurangi maksud untuk bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezekiNya dari jalan yang tak disangka-sangka, omongan seperti itu memang agak sedikit mengurangi beban dan menghibur hati buat orang yang dalam masa penantian ini.
Tetapi terkadang ada sebersit iri kepada orang lain yang dengan enaknya pergi bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Dan menikmati jerih payahnya di akhir bulan atau masa-masa gajian, sederhana sekali mikirnya ya?. Walaupun pada suatu waktu mencari nafkah adalah bukan kewajiban saya, tetapi kesempatan untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh selama sekolah atau kuliah sangat sedikit, sok nich..hehe. Apalagi masih hidup bersama keluarga, tentunya ada sebuah kewajiban yang tidak tertulis untuk membantu ekonomi keluarga. Terutama lagi jika kondisi ekonomi keluarga sangatlah menuntut kita untuk membantu mereka mencukupi kebutuhan adik-adik atau lainnya. Menunggu SK tak ubahnya menjadi pengangguran yang tidak banyak acara, sekedar diam di rumah atau melaksanakan aktivitas yang sangat biasa.
Tapi tunggu sebentar!!! Mungkin itu pendapat yang akan muncul dari segi pesimisme kali…kegiatan biasa itu akan menjadi luar biasa kalau kita tahu manfaatnya, Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, terutama untuk wanita nigh…Cause penulis sendiri adalah kaum hawa…hhahahha…SSSTttttt!! Misal hal yang bisa kamu..ehhh salah kita…klo pake kamu..ntar image-nya seperti saya menggurui anda, padahal di sini kita sama-sama belajar.
Pengalaman saya selama masa menanti (kenapa nggak pake kata menunggu? Kalau menunggu jelas waktunya, kalau menanti iniii niii...yang gak tau ampe kapan, tapi pasti datang, rezeki jodoh mati udah ditentuin dari kita belum lahir,....loh loh sampai mana toh?!) ooh ya, kembali lagi, selama masa penantian ini justru adalah kesempatan kita untuk mengembangkan diri mungkin dengan memperbanyak ilmu (ilmu kok diperbanyak diamalkan donk!!ssstt!) mencari ilmu lainnya kali, ilmu agama, ilmu sosial politik, serius donk!, ya belajar berinteraksi dengan masyarakat banyak, karena selama kuliah interaksi yang terjadi mungkin kebanyakan dengan civitas akademika, saya sangat menyesal, ternyata banyak sekali yang belum saya ketahui. Apa contohnya? Ya...saya Alhamdullillah dilahirkan sebagai seorang muslim, jadi tentunya ada keinginan untuk belajar ilmu agama Islam. Ini saya ngomong bukan sebagai seorang akhwat sejati, karena saya bukan akhwat sejati bahkan sebutan akhwat itu mempermalukan saya, bukan karena malu disebut akhwat, tapi kata-kata akhwat di kampus sudah terdoktrinkan sebagai seorang muslimah yang istiqomah dan waduuuuw sangat jauh dari diri saya.
Jadi di masa penantian ini saya justru banyak sekali melihat fenomena-fenomena di masyarakat yang harus segera kita selamatkan. Apa saja fenomena-fenomena itu? Ya...sangat sederhana tapi sangat meresahkan, dimana masyarakat sudah mengarah kepada kehidupan yang materialistis tak kentara, kenapa saya bilang tak kentara karena memang pada dasarnya orang tidak akan mau dirinya disebut materialistis. Aturan dan nilai-nilai agama sudah terpisahkan dari aturan kehidupan di masyarakat itu sendiri. Padahal semuanya mungkin sudah tau, kalau Islam itu bukan hanya sebagai agama tapi sebagai sebuah DIEN atau aturan hidup, super lengkap mengatur dari urusan membuang hajat sampai dunia pemerintahan (nggak berlebihan kan?!). Berdakwah di kalangan sesama mahasiswa mungkin memang gampang-gampang sulit.....mudahnya adalah mahasiswa tentunya memiliki pengetahuan yang luas yang lebih bisa menerima nasehat yang baik dari orang lain. Sulitnya mungkin untuk ladang dakwah tertentu, (wuiiiw bahasanya itu loh, kayak-kayako...serius!!!!!). Di dalam dunia nyata (emang dunia mahasiswa dunia khayalan?ya..nggak lah), maksud saya masyarakat kebanyakan, materi dan materi. Memang nggak bisa kita pungkiri bahwa yang namanya uang manfaatnya banyak sekali, bahkan tanpa uang dakwah bisa macet atau seret. Tapi mbok ya..jangan semuanya dinilai dari segi uang atau materi. Rezeki yang Allah berikan tidaklah bisa kita ukur dengan uang karena tidak ternilai harganya, udara, sinar matahari, hujan...buanyak lainnya.
Kebutuhan materi inilah yang mengarahkan masyarakat menuju dunia materialistis, segala-galanya akan dilakukan untuk mendapatkan materi. Bahkan meninggalkan perintah yang membuat materi itu sendiri , siapa lagi Allah aza wajalla. Ya...pengalaman yang gak enak dan mungkin dialami oleh para CPNS lainnya juga kali, bahwa menunggu adalah sebuah kegiatan yang membosankan. Apalagi dihadapkan oleh anggapan masyarakat karena „ kuliah mahal-mahal eh nganggur“, ya Allah sesungguhnya Engkau bersama orang-orang yang sabar. Omongan masyarakat yang agak nylekit...(ngerti nggak ? nyakitin maksudnya) sangat-sangat mengganggu kita..tapi yo weslah...omongan yang baik itu kita jadikan obat biar apa ya...lupa nasehat seorang teman..ya intinya begitu lah apa yang masuk ke telinga kita, kita terjemahkan yang positif2 aja, biar gak bikin sakit hati and biar gak sombong juga kalo omongannya berupa pujian J. Ya...dari nganggur itulah kita, diberi kesempatan Allah untuk mengamalkan sedikit ilmu di masyarakat, sedikit-sedikit asal kelakon, begitu orang jawa bilang. Ilmu apa pun yang kita miliki nggak akan bermanfaat selama belum diamalkan. Hal-hal yang bisa kita lakukan, untuk temen-temen yang senasib dengan saya, adalah sebagai berikut :
bekerja di tempat yang sedikit longgar peraturan
Sedikit longgar, saya katakan bukan berarti perusahaan atau tempat bekerja kita nggak disiplin. Tapi perusahaan yang bisa memberikan toleransi atau keringanan seperti halnya memakai jilbab atau lainnya dan juga jika sewaktu-waktu kita dipanggil yang Maha kuasa...looh!!salah dipanggil untuk keperluan PNS ini bisa gampang minta izin.
berilah sedikit contoh baik untuk orang-orang disekitar kita
Mengapa sedikit? Karena kalau saya bilang banyak maka kita akan terhenti pada satu contoh saja, dan kita akan sombong. sedangkan kalau kita merasa bahwa contoh yang baik yang kita berikan kepada orang sekitar kita adalah sedikit maka dengan sedikit demi sedikit pula kita akan menambahnya dan tentunya akan terhindar dari kesombongan. Sehingga sedikit demi sedikit pula masyarakat yang dulunya materi oriented menjadi Allah Oriented.hehehe...Semoga J.
Amalkan dan Bagikan Sedikit Ilmu
Ya..hampir sama dengan no 2 di atas. Cuma disini adalah ilmu yang kita miliki matematika kek, agama kek, pokoknya baik-baik deh.
Jadilah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain
Bisnis Online kali ya…
Satu alternative yang awalnya menuntut untuk kerja keras di depan komputer dan internet tapi bisa mendatangkan penghasilan yang nggak kentara.hehehe. Bisnis online, cocok nih. Anda bisa lewat blog atau website dan mendaftarkan diri ke situ-situs bisnis online. Jadi kelihatannya nganggur wae tapi ...Misal : Google adsense, Amazon.com dll. Untuk info bisnis online silhkan berkunjung ke....
Semoga bermanfaat., dan SKnya moga cepet turun dari langit, LohhhH!!Afwan jika artikelnya agak sedikit nggak nyambung lagi kumat penyakit males mikirnya. Hahha J

SISTEM PONDOK PESANTREN

Postingan kali ini saya sedikit mengulas fenomena yang terjadi di masyarakat…weeeh..serius nih…^_^ Sistem pendidikan pesantren adalah sistem pendidikan tertua di Indonesia, keberhasilannya dalam mencetak santri-santri yang siap berdakwah ke tempat asal maupun ke ladang dakwah lainnya memang sudah terbuktikan. Tetapi ada sedikit kekurangan dari sistem pendidikan ini, yaitu sistem pondok alias mukim kali ya..yang membuat para santrinya merasa terkurung dari dunia luar dan terasing. Padahal proses bersosialisasi dengan masyarakat sekitar sangatlah perlu. Seperti yang dicontohkan Daarut Tauhid, asuhan Aa Gym ini, membiarkan santrinya tinggal di rumah-rumah warga sekitar agar ilmu yang telah didapat dapat langsung membawa pengaruh positif bagi masyarakat sekitar. Dan juga agar para santri bisa bertahan di “dunia luar”.
Berbeda dengan sistem ponpes klasik, setahu saya sih sistem belajarnya di dalam lingkungan yang terkurung dari dunia luar. Sehingga keluar dari ponpes pun ada sebagian dari mereka yang tidak bisa bertahan, mudah terpengaruh dengan lingkungan luar yang sangat jauh dari lingkungan sebelumnya. Padahal bekal ilmu sudah dimiliki, tetapi memang namanya mempraktekkan ilmu tuh susah susah gampang. Jadi mungkin bener apa yang dikatakan teman saya, latar belakang belum tentu menentukan akhlak seseorang, ilmu saja belum cukup tanpa sebuah amal, amal nggak bisa seenaknya tanpa ilmu, kedua-duanya saling berkaitan. Yaa...semoga perbaikan-perbaikan selalu dilakukan agara kader-kader dakwah yang dipersiapkan bisa bertahan dan membawa pengaruh positif di masyarakat. Amiin.
Created by :
Anita

JADI IKHWAN JANGAN GENIT

Assalammualaikum Wr. Wb.
Mungkin ada hal yang kita anggap kecil tapi sebenarnya besar. Apa itu? Seorang aktivis dakwah baik akhwat atau ikhwan mulai agak nyleneh, kenapa nyeleneh? Sabar atuuu..jenk..ya…ada sebagian yang sudah agak aneh dan tidak menjaga diri dalam beramar ma’ruf nahi munkar…dalam aktivitas dakwahnya terkadang akhwat atau ikhwan yang gak beres …hhehe..afwan..melakukan aksinya dengan TP_TP dan sebagainya, dalam sebuah blog sudah ada yang menulis artikel yang sangat menohok berjudul AKHWAT GENIT, lah dalam postingan kali ini saya akan melengkapinya dengan menunjukkan ciri-ciri ikhwan genit..hhahaha bukan pembalasan dendam lohh…Cuma biar para akhwat hati-hati sama ikhwan genit dan memasang pertahanan..biar gak tertipu ikhwan genit. Berikut cirri-cirinya :
1. Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi sebenarnya biasa-biasa saja.
2. Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya. heehe
3. Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias menjadi sosok cingklangers ( biar ga isbal ) di depan para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa diturunkan lagi celananya.
4. Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segh dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah.
5. Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa agenda yang jelas, lama banget, n mendayu-dayu, padahal sms saja bisa.
6. Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwahnya untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat, menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak dengan dirinya, dan orientasi pribadi lainnya.
7. Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog (site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya.
8. Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat yang melintas di depannya selalu memberi penilaian, “ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb”
9. Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-biasa saja sebenarnya bisa.
10. Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-hadapan.
11. Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat idolanya, menurut saya etika sms tausiyah,” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya ke ikhwan dan akhwat ke akhwat.
12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi ikhwan dan akhwat benar-benar sesuatu yang terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin.
13. Ikhwan genit suka menjanjikan “ nikah “ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget menikahnya alias ngetek duluan, n yang terjadi akhirnya adalah back street.. wew parah!!
14. Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka meng-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih gila lagi, menjadikannya background atau screen servernya di komputernya atau laptopnya.
15. Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat dengan FS, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FS nya.
16. Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku, padahal bukunya juga ga di baca. hahhaa
17. Ikhwan genit suka jalan-jalan di Sunday morning dan melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa Godhul bashor, ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, … (QS.An-Nuur[24]:30-310″
18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim membahas ilmu dien, dan strategi dakwah.
19. Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat, banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.
Ikhwah fillah afwan jiddan jika artikelnya terlalu kasar dan menyindir, ya…kalo merasa tersindir ya ...gitu deh merasa jadi....hehehe baca sendiri di atas judulnya. Semoga para akhwat gak jadi korban ikhwan genit dan semoga saya gak termasuk akhwat genit…hiii…ya..Allah ampunilah hambaMu ini jika seperti itu, tidak sengaja menggoda ikhwan. Semoga bermanfaat. Wassalam
Created : anitaSumber : lupa tuh…hii^_^

Jumat, 22 Mei 2009

Muslimah, Rezeki, dan Jilbab

Ya Allah fenomena apa ini? Ketika banyak orang yang mengerti akan perintah-Mu, malah tidak melaksanakannya. Ketika banyak orang melaksanakannya, malah tidak mau mengajak saudaranya yang laen untuk kembali ke jalan-Mu. Mungkin hambaMu ini memiliki andil baik sedikit atau banyak dari timbulnya gejala tersebut. Ya..memang alas an pekerjaan menjadi sangat sensitive untuk dibahas. Menjadi hal yang sepertinya nggak usah diungkit-ungkit. Allah…Engkaulah satu-satunya, The Only One yang memberi dan mengatur rezeki manusia, tidak hanya manusia bahkan hewan dan Tumbuhan serta alam semesta ini Engkau yang mencukupkannya. Udara, Sinar Matahari, Hujan, Tumbuhnya tanaman di bumi, Engkaulah yang mengaturnya. Semua itu Engkau beri Cuma-Cuma.

“ Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS> Al An’am:99)

„Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?“ (QS. Ar Rahman :13)

Padahal jika manusia mengerahkan tenaganya, hartanya atau materinya dengan peralatan yang super canggih sekali pun tidak akan dapat menyamai dan tidak akan dapat memberikan apa yang Allah berikan. Sinar Matahari apakah manusia bisa menciptakannya? Padahal menurut Hukum Kekelaan Energi yang berbunyi Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Manusia hanya diberi kemampuan untuk memindahkannya dalam bentuk lain.
Sekali lagi...
„Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?“ (QS. Ar Rahman :13)

Energi bisa dimanfaatkan secara langsung dan bisa diubah menjadi energi lain untuk kepentingan umat manusia, listrik, BBM, dan masih banyak lainnya. Coba jika Allah tidak membuatnya bisa diubah menjadi energi lain maka, apa yang terjadi?
Sudah cukup deh rasanya, dan nggak akan cukup ngomongin Nikmat-nya Allah kepada kita. Tapi kenapa manusia malah membangkang dari perintah Allah. Apakah ini rasa syukur kita? Dengan meninggalkan sedikit demi sedikit perintahNya.
Kembali ke topik awal, masalah pekerjaan menjadi sangat sensitif untuk dibahas. Mengapa? Karena pekerjaan dianggap sebagai sumber rezeki, sumber meraih penghasilan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Aturan manusia yang membuatnya bertentangan dengan aturan Allah SWT. Apalagi jika yang memiliki tempat kerja atau perusahaan adalah orang kafir atau orang non-Muslim yang sudah merasa ketakutan sendiri melihat pekerjanya yang kebanyakan wanita menggunakan jilbab.
Misalnya untuk muslimah, memang kewajiban bekerja ada pada laki-laki sebagai kepala keluarga, tapi ada kewajiban yang tidak tertulis bagi wanita untuk membantu ekonomi keluarga. Muslimah menjadi sangatlah rawan dalam hal ini, mengapa? Karena tidak sedikit perusahaan yang tidak mau menerima pekerja berjilbab. Dan untuk orang ammah sih dengan gampangnya melepas hijab mereka, karena pemahaman yang kurang terhadap pentingnya menutup aurat. Sedangkan untuk yang lebih memiliki pemahaman lebih dalam ada kondisi dimana adanya tarik-menarik antara 2 pilihan yang sangat berat. Memilih tetap berjilbab dan mencari pekerjaan lain ataukah memilih bekerja di tempat itu dengan konsekuensi lepas jilbab. Ya...tinggal kuatan mana gitu.
Jika kita memilih bekerja di tempat dimana perintah Allah dilanggar, apakah kita tidak takut dinamakan menyekutukan Allah? Lebih memilih untuk mematuhi aturan manusia dari pada aturan Rabb kita, yang menciptakan kita. Masya Allah…lindungilah hambaMu ini, dan lindungilah saudara-saudara hamba dari keputusasaan mencari Rahmat di jalan-Mu.
„Katakanlah: "Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah: "Allah", dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. „ (QS. Saba’ : 24)


Mengapa kita tidak yakin akan rezeki yang sudah diatur oleh Allah, apakah alasannya karena tidak ada tempat bekerja lain?
Apa benar tidak ada lahan pekerjaan lain?
Sebenarnya ada, tapi kita malu untuk melakukannya,
mengapa?
Karena pekerjaan itu memalukan.
Tidakkah kita malu dengan Allah karena demi rezeki (yang Allah sendirilah yang menciptkan untuk kita) tapi kita lebih memilih untuk meninggalkan perintahNya, memilih jalan lain untuk menjemputnya. Astaghfirullah...ampuni hambaMu ini. Mungkin hamba memiliki andil dalam semua ini, ketidakberdayaan diri ini dalam mengahdapi situsi seperti itu, sehingga hamba membiarkan saudara-saudara hamba meninggalkan perintahMu. Betapa kecilnya subangsih diri ini dalam dunia dakwah nyata di masyarakat. Ya...semoga Allah mengampuni...paling tidak hal yang bisa kita lakukan adalah memulai dari diri sendiri. Kita tumbuhkan tekad untuk menegakkan perintah Allah, mulai dari perilaku kita sendirilah yang akan menjadi sarana untuk mengajak saudara kita di jalan-Nya. Karena Islam itu agama Perilaku, perilaku lebih diperhatikan dari pada hanya sekedar teori tanpa praktek.

Sedikit amal tidaklah mengapa, karena yang sedikit itu lama-lama menjadi bukit. Selama istikomah. Walaupun ilmu setinggi angkasa, tanpa amal tiadalah guna.
Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua, dan tetap berjalan di jalan-Nya yang lurus. Amiin. Keep Fight!!!^_^

Created by:
anita

Rabu, 20 Mei 2009

Di antara Cela itu Ada panah Syetan

He…(:( tertawa sinis) kisah cinta di kebanyakan film apalagi film berbau religi berbumbukan cinta memang selalu berakhir dengan bahagia. Mungkin karena itu, karena kebanyakan membaca novel-novel cinta Islami (jadi bukan Islamnya yang ditonjolkan tapi cintanya, berbau religi, jadi hanya baunya saja rasanya sih sama aja..hehe) sehingga membuat kita terbawa oleh sebuah skenario yang kita nggak tahu bagaimana akhirnya. Ya Allah…betapa diri ini sangatlah bodoh, tidak bisa membedakan yang mana dunia nyata yang mana hanya tipuan belaka. Apalagi seorang makhluk bernama akhwat atau wanita muslimah, yang sangat-sangatlah memiliki perasaan yang sensitive (bukan hanya penulis tetapi kebanyakan orang : menurut pengamatan penulis J). Perasaan yang sensitive ini terkadang menjadi sebuah mainan bagi kaum adam, atau mungkin menjadi mainan syetan kali ya...soalnya terkadang makhluk bernama laki-laki pun ikut terhanyut dalam permainan syetan. (saya nggak mau memojokkan yang namanya kaum adam)
Antara lain mendekatkan 2 orang yang berlainan jenis pada sesuatu yang dilarang. Langkah-langkah yang ditempuh syetan pun gak grusah-grusuh (alias buru-buru) apalagi yang digoda ini tingkatan tinggi katakanlah begitu. Syetan memanfaatkan teknologi komunikasi (wuaa!!!...jangan kaget!) misalnya melalui SMS, sedikit demi sedikit media ini menyeret kita dalam hal-hal yang riskan. Dimulai dengan mengingatkan ibadah misal : sholat lail, dari seorang ikhwan ke akhwat atau sebaliknya (kok bisa!!!? Ya bisa lah syetan gituloh...he), emangnya nggak ada akhwat lain yang ngingetin akhwat yang lainnya? Namanya juga ada sedikit cela..mungkin ikhwannya lagi khilaf. Dan parahnya lagi itu ditanggapi akhwat dengan berbagai ekspresi. Mengapa saya katakan berbagai ekspresi? Karena namanya wanita itu susah ditebak hatinya, kadang disentuh sedikit (jangan mikir yang aneh-aneh ya...) ada yang cuek (yang termasuk kuat kali), ada yang membuat pipinya merona merah bak ada yang mewarnai, ada yang sudah gimana gitu...emang duasyar wanita (ssst!!!penulis kan juga wanita). Kemungkinan ikhwan yang SMS itu Cuma send to many , gak dipriksa dulu kalo ada no akhwat, makanya hati-hati klo sudah salah begini!! Sabar-sabar...T_T. Wanita itu suka ke-GR-an mengapa kok aku yang di SMS? Blablabla..bliblibli.ya gitu lah syetan berbisik. Astaghfirullah...
Saudariku, bangun dan sholatlah malam!
Sender : ikhwan 0856238XXXXX

Saudariku, bangun dan sholatlah malam!
Sender : Akhwat 0856455XXXXX

Padahal kata-katanya sama persis tapi gak tau kenapa setelah dilihat sender atau pengirimnya si akhwat jadi agak kecewa..ya..ternyata bukan dia..hehe..padahal dah seneng duluan. Ya...kalo senengnya karena diingetin sholat lail sih gak papa, tapi ini yang dilihat bukan isinya tapi siapa sender atau pengirimnya. Gawat gawat.!!
Peringatan buat ikhwan, berhati-hatilah dalam memilih kata, jauhi interaksi sebisa mungkin dengan yang namanya akhwat, atau jagalah setiap butir kata (wueeeee..bahasanya ituloh ! serius donk). Yang akhwat juga ya..jangan suka TP-TP hehehe... Dan yang penting adalah menjaga pandangan, kenapa pandangan? karena mata adalah awal-awal panah syetan , dari mata turunlah ke hati, dari pandangan menjadi angan-angan dan keinginan, kalo keinginan dah bulat jadilah niat yang direalisasikan melalui tindakan, otak pun bekerja menyuruh tangan untuk bertindak...waduh waduh…ampuni hamba ya Allah…yang penuh dengan kemaksiatan ini.

Askum, ukh lagi ngapain? Dah sholat belum..blablaba ..!
Sender : ikhwan 0856238XXXXX

Hueeek!!!..afwan ya..gak sopan, emang klo da SMS lagi ngapain tuh bawaannya mual melulu, sudahlah sudah. Riskan sekali SMS an ma ikhwan. Walo keperluan syuro, organisasi, acara, pengajian, balablabala...syetan kok ya...sempat-sempatnya memasang tali jebakan. Ya sudahlah mungkin kita semua agar berhati-hati, dan mampu menempatkan diri dalam keadaan terkendali, yang lurus-lurus aja lah. Jadi teringat Firma Allah :
„Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." QS Annuur :30
Dan untuk wanita
„Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.“(QS. Annuur :31)
Menjaga lisan, pandangan memanglah susah terlebih lagi menjaga hati. Terkadang kita meremehkan, kita sudah susah payah menjaga pandangan dan perbuatan kita dari hal-hal yang haram, tetapi tidak mampu mengendalikan hati. Zinanya hati adalah angan-angan dan pikiran atau keinginan, memikirkan seseorang yang bukan dan mungkin belum...menjadi haknya untuk dipikirkan. Dari pikiran itu menjadi keinginan dan membulatkan niat sehingga zina pun merambah, Naudzubillah..betapa diri ini sangatlah lemah. Jika Allah tidak melindungi kita, pastilah kita sudah terperosok ke dalam jurang kemaksiatan, Allah lah yang membolak-balikkan hati maka seharusnyalah kita memohon agar hati kita ditetapkan hanya kepada-Nya. Semoga bermanfaat buat ikhwah fillah. Afwan segini dulu, ntar dilanjutin. Dah keriting tangan ana. J

Created by:
Anita