Rabu, 22 April 2009

Wanita, Karir, dan Keluarga


Dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April kemarin postingan kali ini saya fokuskan pada wanita, karier, dan keluarga. Kebanyakan hal yang digembar-gemborkan oleh aktivis wanita atau perempuan sekarang ini adalah kesetaraan gender. Dimana kesetaraan gender menurut mereka adalah persamaan hak atas hak pria atau laki-laki dengan hak wanita atau perempuan. Jika kita telaah, antara wanita dan pria yang melakukan sebuah pekerjaan. Saat para lelaki melakukan pekerjaannya, atau bekerja. Mereka mempunyai tujuan. Pertama, yang biasanya belum menikah. Maka tujuannya adalah untuk menikah. Yang kedua, jika lelaki ini sudah menikah. Maka tujuannya adalah, memberikan nafkah kepada keluarga. Seburuk-buruk suami, tetap suami itu ingin memberikan nafkahnya kepada keluarganya! Tetapi, jika wanita bekerja. Biasanya yang terjadi. Pertama, untuk wanita yang belum menikah, tujuannya adalah dua. Menabung untuk pernikahan, atau menabung untuk urusannya sendiri. Kedua, tujuan wanita bekerja yang mempunyai suami. Biasanya untuk membantu pemasukan keungan keluarga. Tetapi, itupun tidak mutlak biasanya juga untuk kebutuhannya sendiri!
Masalah yang dihadapi oleh wanita yang berperan ganda, yaitu wanita sebagai ibu rumah tangga dan wanita sebagai wanita karier, adalah masalah kurangnya perhatian keluarga dikarenakan perannya sebagai ibu atau istri menjadi berkurang. Masalah yang timbul pun bermacam-macam contohnya :
- kurangnya kasih sayang seorang ibu jika wanita tersebut mempunyai anak
- terpicunya pertengkaran antara suami dan istri (biasanya sih si suami kurang diperhatikan atau mungkin karena gaji sang istri membuat suami menjadi minder sebagai kepala keluarga) dll deh 

Jika alasan seorang istri bekerja adalah untuk membantu suami memenuhi kebutuhan ekonomi, memang sebuah tujuan yang mulia, tetapi jangan sampai tanggung jawab utamanya terabaikan. Dalam Islam, wanita dibolehkan bekerja. Dan tidak dikekang. Makna gender dalam Islam pun tidak bias. Tidak seperti apa yang diperjuang oleh para feminimisme. Karena, setiap perjuangan atau pekerjaan yang dilakukan oleh wanita-wanita muslim. Sudah sangat jelas. Ada tujuannya. Tujuannya tetap untuk keberhasilan keluarga. Tetapi, jika perjuangan para feminimisme yang bias gender itu. Tidak mempunyai tujuan yang jelas, kecuali hanya egoisme dengan hawa nafsunya sendiri! 
Dalam Islam, sudah jelas. Bahwa tujuan yang diharapkan oleh para wanita muslim. Adalah untuk keluarga. Jadi keluargalah yang nomer satu. Banyak cerita kan seorang wanita yang sukses dalam kariernya belum tentu sukses mendidik anak-anaknya, apalagi jika kedua orang tua sibuk bekerja, anak menjadi terabaikan dan cenderung mencari “pelarian lain”, hingga pergaulannya pun tidak terawasi, dengan siapa dia bergaul tidak dapat diketahui, tau-tau…anak ditemukan dalam keadaan over dosis obat-obatan terlarang..hiii..serem banget ya ceritanya. Sebuah puncak karier yang tinggi, bagi seorang wanita. Adalah, saat mereka bisa mendidik anak-anak mereka dengan kemuliaan akhlak bagus, akhidah yang kuat, dan kepintaran yang membuat mereka dapat bertahan dalam kehidupannya. Sehingga tercipta keluarga yang sangat harmonis dalam kehidupannya. Dengan kata lain, wanita itu telah mendapatkan kesakinahan keluarga yang selalu diharap-harapkannya. Islam, tidak memandang wanita kaya raya, tetapi keluarganya hancur berantakan. Tetapi, Islam akan memandang seorang istri yang bisa menciptakan suasana yang hangat dalam keluarganya. Mendidik anak-anaknya dengan perbuatan kebaikan seorang ibunya. Itulah puncak karier yang paling tinggi. Karena sangat sulit untuk membentuk keluarga seperti itu! Harus dengan intensif, seorang ibu menjaga anak-anaknya untuk mencapai keluarga yang seperti kita harapkan!”


 


Sabtu, 18 April 2009

Cinta virus ataukah..?

Waduw gawat-gawat, virus yang satu ini sungguh kejam, bingung juga banyak orang mengatakan bahwa ini adalah sebuah fitrah kita sebagai manusia, dan memang dibenarkan oleh firman Allah. Tetapi sebagian orang mengatakan ini sebagai virus yang bernama al isyq atau virus cinta. Virus ini telah banyak kali memakan korban, mungkin anda semua pernah mendengar ada seseorang yang bunuh diri gara-gara putus cinta atau ditolak cintanya atau bahkan merelakan dirinya dalam tindakan kemusyrikan dengan pergi ke dukun agar cintanya bisa diterima. Bahkan sejak jaman bahola sampai baholu..hehe..^_^ kisah-kisah cinta telah terukir di sana-sini. Artikel kali ini saya akan membahas dua perbedaan pendapat tentang cinta: (Malu nih ngomong cinta cinta melulu), 
Menurut artikel yang saya baca di Arsip Moslem, yang secara intinya berpendapat bahwa cinta adalah sebuah penyakit hati, mengatakan bahwa :
 Ibnul Qayyim berkata, “Gejolak cinta merupakan jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan berbeda dengan penyakit lain, baik dari segi bentuk, penyebab, maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.”
Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan penyakit ini dalam Al Qur’an tentang dua tipe manusia, pertama, wanita dan kedua, kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan).
Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al Azis (Gubernur Mesir) yang mencintai Nabi Yusuf Alaihis Salam, dan menimpa kaum Luth Alaihis Salam. Alloh mengisahkan kedatangan malaikat ke negeri Luth Alaihis Salam, yang artinya: “Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Alloh dan janganlah membuat aku terhina.” Mereka berkata, “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata, “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat secara yang halal).” (Alloh berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang–ambing di dalam kemabukan (kesesatan).” (QS: Al Hijr: 67-72).
Penyakit al isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Alloh, selalu berpaling dari-Nya dan dipenuhi kecintaan kepada selain-Nya.
BAGAIMANA VIRUS INI BISA BERJANGKIT?
Penyakit al isyq terjadi karena dua sebab. Pertama, karena menganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua, perasaan ingin memiliki apa yang dicintai. Jika salah satu dari dua faktor ini tak ada, niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.

Tetapi menurut MediaMuslim.Info Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)

Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka, lapang dan sempit. Cinta Adalah Fitrah Yang Suci
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.
Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya.
Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.
Kalau saya ma..setuju yang ini dah...cinta bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Islam tetapi memang cinta itu sendiri harus ditempatkan pda porsi dan tempatnya masing-masing. Jangan sampai cinta manusia mengalahkan cinta kita kepada sang Pencipta, Allah SWT. Kalau cinta ini masih didasarkan atas cinta pada Rabb tentunya akan terarah ke dalam sesuatu yang baik, semoga. Tul nggak???

PEMILU 2009…lagi




Ruwet-Ruwet kalau melihat pemilu 2009, ya..memang Negara ini masih dalam tahap pembelajaran demokrasi, gak tau pembelajaran ataukah pembodohan. Sebab sudah bukan menjadi rahasia lagi, kalo masyarakat, terutama yang hidup dibawah garis kemiskinan (mungkin kali ya)…yang belum tahu atau tahu tapi pura-pura gak tau bahwa memilih seorang wakil atau pemimpin yang amanah itu jauh lebih penting dari pada uang 10.000 atau lebih dari itu sekali pun yang dibagikan secara ga adil itu. Hehe..saya bilang gini soalnya ada kasus bahwa ada masyarakat yang di data mau milih partai apa..and dijanjikan “nanti klo nyoblos ini atau nyontreng caleg /partai ini bu pak ntar dapat uang.”.eh belum juga dikasih uang, sudah terlanjur dicoblos gak dapet uang. Sungguh malang…yang saya maksud malang disini bukanlah orang tersebut karena tidak dapat uang, tapi negeri ini sungguh malang, bagaimana kita mau memiliki parlemen atau pemimpin yang bersih, amanah, sementara rakyatnya sendiri dan juga calon-calon pemimpinnya kemauan untuk bersih pun nggak mau, dipilih secara bersih dan memilih secara bersih, apa itu nggak disebut KKN juga ya, Coz menerima suap dari salah satu pihak tertentu untuk melancarkan kepentingan pihak tersebut. Hehhe..kalo ada DPR atau orang pemerintahan yang ketahuan korupsi masyarakat tanpa ampun lagi meminta KPK dan pihak berwajib mengusutnya, tapi klo “masyarakat” secara berjamah melakukan korupsi gimana tuh, mereka sih mau aja dikadalain ma buaya berdasi. Bagi yang bukan buaya berdasi nggak usah tersinggung ya. Padahal Allah telah berfrman dalam suratAl A’raaf ayat 3 yang berbunyi :
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya[528]. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).”
[528]. Maksudnya pemimpin-pemimpin yang membawamu kepada kesesatan.

 Mungkin ada sebagian orang yang memilih golput karena takut salah memilih pemimpin, ibarat memilih kucing dalam karung yang kita nggak tau bentuk dan rupanya, apalagi banyaknya partai partisipan tahun ini, widi widi….bingung buk mau milih mana. Jikalau melihat visi dan misi semua partai sih baik, tapi apakah visi dan misi tersebut akan terlaksana WallahuAlam. Namanya juga manusia nggak bisa menebak apa yang ada di balik hati manusia lainnya, syetan dan malaikat ja nggak bisa. Tapi mungkin kita sebagai manusia perlu berikhtiar atau berusaha memilih pemimpin yang sesuai dengan kriteria Allah yang mentauladani Rasullullah sebagai pemimpin umat manusia, meneladani sahabat-sahabanya, serta para Tabi’in. kewajiban sebagai pemimpin adalah melaksanakan amanah dari apa yang mereka pimpin, dan kewajibany yang dipimpin adalah selalu mengawasi pemimpin mereka agar tetap di jalur yang benar, jangan lupa juga didoakan tuh biar bisa jadi pemimpin yang bijaksana. 
Untuk PILPRES mendatang semoga tidak ada masalah lagi, entah itu DPT alias daftar pemilih tetap atau suap-menyuap masyarakat. Buat semua Rakyat Indonesia marilah menjadi pemilih yang cerdas, memilih pemimpin yang bisa membawa Indonesia 5 tahun kedepan menjadi Indonesia yang lebih baik lagi. Amiiin.
Jangan salah pilih ya, uang bukanlah segala-galanya (kayak di tv-tv ja), janganlah kita merelakan negeri kita dipimpin oleh orang yang dengan murahnya membeli Indonesia, bayangkan buk 10.000 per suara atau dengan harta milyaran dolar sekali pun, karena negeri ini terlalu mahal untuk dibeli oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Terlalu mahal saya bilang, karena negeri ini berdiri atas perjuangan orang-orang yang tanpa pamrih mengorbankan harta, keringat dan darah bahkan nyawa mereka demi berkumandangnya pekik kemerdekaan. Merdeka!!! ^_^


Ujianku lulus... euy!


Satu minggu, waktu yang tidak bisa dibilang lama itu, menjadi perhatianku kali ini, tanggal 23 April telah kulingkari besar-besar dengan spidol merah sejak sebulan yang lalu. Hmm..apa aku bisa ya...menghadapi ujian akhir nasional, mungkin bagi sebagian besar anak sekolah di Indonesia menjadi salah satu waktu penentu masa depan, penentu keberhasilan selama menempuh pendidikan, dan langkah yang harus dilewati sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Walaupun ada sebagian masyarakat yang kurang setuju diberlakukannya ujian akhir nasional, namun hal itu tidak mengubah kebijakan dari pendidikan di Indonesia. „ ehh..ibu-ibu..tau nggak si Mita yang anaknya bu Wati ntu...ternyata dia kagak lulus SMA bu...padahal kan dia juara terus...ikut ujian persamaan juga kagak mau..dia shock kadung ngambek gak mau sekolah lagi. Lah dia kagak pernah absen dari juara satu..eh tiba-tiba kagak lulus. Setahun belakangan kerja di pabrik krupuk situ’’ kata-kata itu sampai di telingaku dari lubang dinding pagar dekat rumah tetanggaku. Karena penasaran kukuping saja percakapan ibu-ibu yang lagi asyik ngrumpi di sebelah „ emangnya kenapa bu? Dia kan pinter, rajin pisan euy“ sahut seseorang lainnya yang berlogat sunda di balik dinding. „ ya itu...waktu sehari sebelum ujian dia kan kehilangan ayahnya, Pak Hari, yang sakit jantung itu, anfal dan langsung meninggal. Siapa sih bu yang kagak sedih ditinggal orang tua, mikir ujian ma kagak sempet dah“ jawab ibu yang pertama. Mendengar hal itu aku jadi kepikiran, mengapa sih harus ada ujian. Dan mengapa penentu keberhasilan pendidikan adalah ujian akhir nasional saja padahal proses pendidikan sendiri juga penting. Jadi teringat kata-kata Ustadzah Anissa „ orang yang beriman itu tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diuji, mudah aja kita ngaku saya beriman, Lah dari mana Allah tau kita itu beriman kalau nggak dari ujian, apakah setelah diuji dia tetap taat sama Allah atau justru menjauh dari Allah?!“. He...apa sama ya ujian nasional sama ujian hidup?! 
Semakin dekat hari ujian aku pun semakin rajin sholat malam berdoa kepada Allah semoga aku lulus ujian dan bisa melanjutkan kuliah. Sebenarnya aku malu, apa hanya di waktu ujian saja aku sholat malam dan berdoa sama Allah. Ya, pokoknya aku harus tetap semangat insya Allah usaha dan doa telah aku lakukan, keputusannya ma ada di tangan Allah lah. Detik-detik ujian pun semakin dekat, tak terasa waktu seminggu seperti sehari saja, besok adalah hari pertama aku mengikuti ujian. Hari tenang terakhir kumanfaatkan untuk belajar kelompok di rumah si Ifa. Sebanyak tujuh orang telah berkumpul pagi itu, entah apa yang mereka kerjakan, aku celingukan memastikan apa yang mereka kerjakan itu. “Catatan..? untuk apa? Segitu kecilnya?” tanyaku penasaran. Waduw..ada firasat nggak enak yang bakal dilakukan temen-temenku. “ya..Winda, nggak kok ini cuma catatan untuk menghafal buat ujian ntar. Ya maklum lah, kami-kami kan otaknya tidak seencer kamu, win!” telingaku belum menangkap apa yang dimaksud mereka. “Kenapa baru menghafal sekarang? yaudah ayo dimulai belajarnya, ntar dilanjutin lagi bikin hafalannya. Key?!” sahutku melihat matahari yang sudah mau naik ketengah-tengah langit itu. Belajar kelompok itu pun kumanfaatkan untuk melakukan tanya jawab dengan teman-teman dan mencoba mengira-ngira apa yang akan keluar di ujian nanti. 
Keesokan harinya, aku sengaja berangkat lebih awal dibandingkan sebelumnya agar ujian nanti tidak terlalu tegang. Bel pun berbunyi dan masing-masing dari kami menempati tempat duduk masing-masing. Selama ujian berlangsung, Alhamdulillah aku bisa menjawab dengan lancar walaupun ada beberapa soal yang tidak terjawab. Tapi, perhatianku jadi terpecah melihat beberapa orang temanku melakukan kecurangan dengan cara menyontek catatan. Bingung, Kesal, Iri, atau jengkel bercampur aduk di pikiranku. Mungkin itu karena aku sangat membenci kecurangan apalagi saat ujian. Bukan berlagak sok suci, tapi mengingat pengalaman buruk di masa SMP dulu, yang karena kecurangan seseorang bisa membanting posisi peringkatku dan membuat beasiswaku dicabut dan akhirnya orang tuaku bertambah lah beban pengeluarannya. Maklumlah kami, 4 bersaudara sekolah semua, jadi paling tidak aku harus mampu meringankan beban orang tua. Ya..bingung karena yang melakukannya adalah teman sendiri mau diadukan sepertinya tidak „setia kawan“ atau disebut anak kecil mungkin. Hal ini mungkin menjadi sebuah kebiasaan, dan menjadi bingkai buruk pendidikan di Indonesia. Kecurangan, Menyontek mungkin adalah sebuah tindakan yang dianggap biasa dan sepele. Tapi di sini ada hal yang sangat mendasar dimana peraturan diinjak-injak, penghalalan segala cara dan merugikan orang lain. Bukan mustahil jika kecurangan di sekolah menjadi sebuah background para koruptor yang kerap melakukan penipuan-penipuan negara. Mungkin ujian akhir nasional bukanlah ujian sebenarnya, ujian sebenarnya adalah apakah kita masih menganggap Allah itu melihat kita dan mengetahui apa saja yang kita lakukan di dunia ini. Apakah kita masih bisa bertahan dari godaan, sementara disekeliling kita banyak orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan tercela, dan mungkin apakah kita bisa memahami arti sebenarnya dari kesetiakawanan yang kebanyakan orang salah mengartikannya. Kesetiakawanan itu adalah mengatakan salah jika teman kita salah dan mendukungnya jika teman kita benar, sederhananya sih seperti itu, tapi kali ini aku tidak bisa melakukannya. Ya... aku hanya bisa pasrah setelah usaha belajar aku lakukan, yang jelas aku masih bisa bersyukur bahwa aku masih menganggap Allah lah yang mengawasiku.
Buat Teman-teman kelas tiga, semoga sukses menghadapi ujian!! Semangat!!

Rabu, 15 April 2009

Pemilu 2009

pemimRuwet-ruwet ...penilu 2009 dirasa banyak orang penuh dengan berbagai macam persoalan. Mulai dari DPT (daftar pemilih tetap) sampai suap menyuap pun terjadi. Kalo yang KKn anggota DPR sih masih bisa diadili kalo masyarakat secara berjamaah...terang-terangan menerima uang agar memilih caleg atau wakil dari partai tertentu...gimana tuh? Siapa yang bakal mengusut. Sedemikian murahnya negeri ini dijual, hanya modal 10ribu perorang seorang caleg bisa lolos menjadi wakil rakyat. Begtu malang, bukan orang yang nerima uang, tapi negara ini begitu malang, kurangnya kesadaran rakyat untuk menjadi rakyat yang bersih serta memilih wakil yang bersih menjadikan negeri ini tergadai kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Karena itu, para pemimpin
dan orang-orang yang dipimpin harus memahami hakikat kepemimpinan dalam
pandangan Islam yang secara garis besar dalam lima lingkup.
1. Tangung Jawab, Bukan Keistimewaan.
Jabatan dalam semua level atau tingkatan bukanlah suatu keistimewaan sehingga
seorang pemimpin atau pejabat tidak boleh merasa menjadi manusia yang
istimewa sehingga ia merasa harus diistimewakan dan ia sangat marah bila
orang lain tidak mengistimewakan dirinya.

2. Pengorbanan, Bukan Fasilitas
Menjadi pemimpin atau pejabat bukanlah untuk menikmati kemewahan atau
kesenangan hidup dengan berbagai fasilitas duniawi yang menyenangkan, tapi
justru ia harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika
masyarakat yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat sulit.
3. Kerja Keras, Bukan Santai.
Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan
mengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang dipimpinnya
untuk selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk bisa menjalani
kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
Untuk itu, para pemimpin dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan dan
optimisme
4. Kewenangan Melayani, Bukan Sewenang-Wenang.

Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadi
pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk bisa
melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin
sebelumnya, Rasulullah Saw bersabda: Pemimpin suatu kaum adalah pelayan
mereka (HR. Abu Na'im)

Oleh karena itu, setiap pemimpin harus memiliki visi dan misi pelayanan
terhadap orang-orang yang dipimpinnya guna meningkatkan kesejahteraan
hidup, ini berarti tidak ada keinginan sedikitpun untuk menzalimi rakyatnya
apalagi menjual rakyat, berbicara atas nama rakyat atau kepentingan rakyat
padahal sebenarnya untuk kepentingan diri, keluarga atau golongannya. Bila
pemimpin seperti ini terdapat dalam kehidupan kita, maka ini adalah
pengkhianat yang paling besar, Rasulullah Saw bersabda: Khianat yang paling
besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya (HR. Thabrani).

5. Keteladanan dan Kepeloporan, Bukan Pengekor.

Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan
dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki sikap terhadap
nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang pemimpin menyerukan
kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia telah menunjukkan
kejujuran itu. Ketika ia menyerukan hidup sederhana dalam soal materi, maka
ia tunjukkan kesederhanaan bukan malah kemewahan. Masyarakat sangat menuntut
adanya pemimpin yang bisa menjadi pelopor dan teladan dalam kebaikan dan
kebenaran.

Kamis, 19 Februari 2009

Kejutan....!!

Subhanallah, jika Allah menghendaki sesuatu pastilah sesuatu itu akan terjadi, itulah yang sudah terjadi. Allah ternyata memberi sebuah kejutan yang aku sendiri tidak bisa menebaknya, memang sesuatu itu mungkin akan menjadi indah pada waktunya...hmhm ..kok ke rah situ..salah-salah..sebuah cangkir yang amat cantik sebelum menjdai cantik dia berupa tanah liat, dia harus dibentuk, dibakar, dan mengalami proses lainnya..mungkin dalam hidup seperti itu yang terjadi,,..sebelumnya begitu terasa sekali..mencari pekerjaan susah sekali..ya..?^O^  rasanya nggak ada gunanya kuliah lama-lama mahal-mahal gak kerja-kerja nganggur..bagaimana tidak tekanan mental...jika kita sebagai anak pertama..paling diharap-harap bisa bantu ortu membiaya adik-adik sekolah..sekarang malah nganggur...tapi yakinlah Allah sudah menetapkan rezeki kita,..yang penting ikhtiar aja and berdoa....hampir saja putus asa..dan kemudian dengan tiba-tiba Allah memberi sebuah kejutan yang terasa manis dirasakan...dan tak terduga-duga jalnnya...ketrima PNS...saudara-saudara...loh loh..^_^. sebelumnya meras dipermainkan oleh nasib, astaghfirullah...gak boleh ya temen-temen...(kyk acara anak2 aja) lg serius nih..kita gak boleh negative thinking ma allah..harus positif ja..key?!!Alhamdullillah banget. ya..semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi agama nusa dan bangsa. Amiin.

Rabu, 21 Januari 2009

Pilih Mana?

Aku jadi bingung, sebenarnya jaman yang sudah rusak apa manusia yang sudah gak karuan lagi. Dimana materi menjadi begitu penting dan memang tidak bisa dielakkan bahwa materi sebagai sarana dalam menjalani kehidupan. Tapi apakah sebuah rezeki itu hanya didapat dari satu jalan saja, ataukah Allah menyedioakan bermacam-macam jalan untuk kita pilih. Jalan mana yang akan kita lewati terserah kita, dan masing-masing tentunya dengan resiko-resiko tersendiri. Seperti halnya mencari pekerjaan, ada jalan yang mudah tetapi pertanggungjawabannya menakutkan, ada jalan yang sulit yang penuh dengan aral melintang tetapi di ujung jalan kita akan menemukan sebuah keindahan yang begitu mengejutkan. ikutilah jalan yang lurus bukan berarti mengikuti jalan yang lurus tanpa belokan, tetapi ikutilah jalan kebenaran yang sudah ditunjukkan oleh Rabb-mu

Jumat, 16 Januari 2009

Dunia Sudah Tua kah?

Sebenarnya apa yang sudah terjadi di dunia ini? apa dunia ini sudah terlalu tua sehingga sesuatu yang dulunya mereka taati sekarang terasa begitu asing dan terlupakan. Sesuatu yang sebenarnya menjadi kewajiban setiap orang menjadi sedikit aneh, langka, dan mungkin dianggap di luar kewajaran. Contohnya saja wanita berjilbab, sudah langkah atau masih banyak? tidak sedikit orang yang menganggap bahwa seorang wanita yang berjilbab identik dengan seorang yang fanatik, sudah kuno atau nggak gaul, bahkan kata-kata yang lebih kejam lagi yaitu ekstrimis dan teroris (berdasarkan pengalaman penulis sendiri). Yang menjadi masalah yang akut saat ini adalah di mana umat Islam sudah jauh dan sudah meninggalkan nilai-nilai keIslamannya. Sudah lupa atau mungkin sudah tidak terlalu dianggap penting dalam hal penerapan agama, manusia semakin disibukkan untuk mencari materi dan materi. Ketidaktahuan dan kurangnya totalitas dalam beragama membuat agama itu sendri terlupakan. Masyarakat awam hanya menganggap bahwa agama adalah sebuah sampingan dengan kata lain agama tidak diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan dan hanya identik dengan ritual-ritual ibadah dan bukan totalitas. Salah satu pertanyaan yang bisa kita jadikan bahan diskusi adalah mengapa umat muslim di Indonesia terutama semakin jauh dari nilai-nilai Islam? dan yang dulunya 90% orang Indonesia adalah muslim sekarang berkurang menjadi 80%, sebuah kuantitas yang cukup signifikan jika dilihat dari total penduduk Indonesia yang sekitar 200 juta jiwa. Padahal di negeri seberang sana (Eropa, Amerika :red) Islam tumbuh dengan pesat. Walaupun sebuah kuantitas yang besar belum bisa menjamin kualitas yang tinggi.
Silahkan dijawab masalah yang telah dibahas oleh moderator. terima kasih.

Sekilas interview

Sekilas percakapan dalam interview kerja
HRD : berapa gaji yang saudara minta?
Job Seeker : ya..standart perusahaan lah pak.
HRD : Tapi ya nuwun sewu disini tidak memperbolehkan untuk memakai jilbab.
Job Seeker : Alasannya kenapa pak? Apa ada perbedaan orang yang nggak memakai jilbab dengan yang tidak? apa mengganggu?
HRD : ya..ini kan PMA mbak milik orang korea..permintaannya dari sana begitu..ya menurut mereka jilbab identik dengan teroris teroris gitu
Job Seeker : saya tidak pernah pak melakukan kegiatan teror meneror, mengancam atau membahayakan orang lain..dan tidak pernah berhubungan dengan teroris mana pun. melihat di TV saja ngeri seperti yang dilakukan orang-orang Israel itu pak ..merekakan tidak berjilbab tapi meneror juga..?!
HRD : ya..ini kan permintaan dari sananya mbak...klo mau ya saudara diterima..klo nggak mau saya tidak akan memproses lagi. Coba dipikir lagi..apalagi melihat CV saudara ini sangat menarik..
Job seeker : ya sudah pak..mungkin ini belum menjadi rezeki saya. Saya permisi dulu.

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah: "Allah", dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. (QS. Saba':34)
Sebenarnya kalau mau bekerja yang halal itu mudah dan banyak macamnya..tetapi kebanyakan dari manusia malu dan cenderung menghalalkan segala cara demi sesuatu yang dianggap lebih terhormat di hadapan manusia. Dari sekitar 200 juta orang di Indonesia 80%nya adalah muslim dan jika 50%nya adalah wanita, jika semua wanita di Indonesia bekerja dan misalnya saja 20% dari mereka bekerja di perusahaan yang tidak memperbolehkan pekerja wanitanya berjilbab maka ada berapa orang yang telah melanggar perintah Tuhannya. Dunia ini mungkin sudah terlalu tua, sehingga menaati agama adalah menjadi sebegitu asingnya, menaati agama dianggap sudah kuno, ekstrimis, atau sok alim, astaghfirullah.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa. (QS. Al Mumtahanah:60)

rezeki memang sudah ditetapkan oleh Allah, kita harus yakini itu sebagai sebuah bahan bakar semangat untuk memperoleh yang halal dan berkah dariNya, kita tidak boleh berputus asa dari rahmatNya. Semoga ada rezeki yang lebih besar yang sudah dijanjikan oleh Allah sebagai ganjaran atas ketaatan kita padaNYa. Amiin..tetap semanGat ya!!

Senin, 21 April 2008